Senin, 30 Desember 2013

Piringan hitam lawas

 dijual piringan2 hitam lawas. good Condition.. minat?


Rumah Limas, Rumah tradisional Sumatera Selatan

 Merupakan Rumah panggung kayu. Bari dalam bahasa Palembang berarti lama atau kuno. Dari segi arsitektur, rumah-rumah kayu itu disebut rumah limas karena bentuk atapnya yang berupa limasan.

Sumatera Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki ciri khas rumah limas sebagai rumah tinggal. Alam Sumatera Selatan yang lekat dengan perairan tawar, baik itu rawa maupun sungai, membuat masyarakatnya membangun rumah panggung. Di tepian Sungai Musi masih ada rumah limas yang pintu masuknya menghadap ke sungai.
anda berminat?? Rp 150 ribu.



Millers Ceramic era tahun 20-30an

Buku tentang Keramik Era tahun 20-30an.. NOS. dalam kemasan Plastik. Rp 60 ribu..

Dullah, karya dalam peperangan dan Revolusi


Pelukis Dullah lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 September 1919, ia dikenal sebagai seorang pelukis realis. Corak lukisannya realistik. Mempunyai kegemaran melukis portrait (wajah) dan komposisi-komposisi yang menampilkan banyak orang (group). Diakui, Dullah belajar melukis dari dua orang Gurunya yang sekaligus merupakan pelukis ternama, yaitu S. Sudjojono dan Affandi. Meskipun demikian corak lukisannya tidak pernah mempunyai persamaan dengan dua orang gurunya tersebut.  

Pernah dikenal sebagai pelukis istana selama 10 tahun sejak awal tahun 1950-an, dengan tugas merestorasi lukisan (memperbaiki lukisan-lukisan yang rusak) dan menjadi bagian dalam penyusunan buku koleksi lukisan Presiden Soekarno. Dullah juga dikenal sebagai pelukis revolusi, karena dalam karya-karyanya banyak menyajikan lukisan dengan tema-tema perjuangan selama masa mempertahankan kemerdekaan.
Pada waktu perang kemerdekaan II, saat Yogyakarta diduduki oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1949 hingga 29 Juni 1950, Dullah memimpin anak didiknya yang masih belum berumur 17 tahun untuk melukis langsung peristiwa-peristiwa selama pendudukan Yogyakarta sebagai usaha pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa. Lukisan-lukisan yang dihasilkan ketika itu diulas di surat-surat kabar, bahkan oleh Affandi dinilai sebagai karya satu-satunya di dunia.
  
Dullah merupakan salah seorang pelukis realis yang jarang berpameran. Tapi pamerannya bersama anak-anaknya di Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogya) tahun 1978, berhasil menarik puluhan ribu orang. Meskipun pameran diperpanjang satu hari, pintu gerbang Gedung Agung bagian Utara sempat pula jebol. Pameran itu dilanjutkan 20 Desember 1979 hingga 2 Januari 1980, di Aldiron Plaza, Jakarta. Banyak orang kecewa karena ia tak menjual lukisannya.
Bagi Dullah, melukis adalah media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dullah termasuk pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Kemudian didirikannya sebuah sanggar di Pejeng, Bali. Pada setiap pameran baik didalam atau diluar negeri, karya murid-muridnya ikut disertakan.
 buku ini berisi karya lukisnya dalam revolusi Indonesia. minat?  Rp 150 ribu saja. full colour.


Buku Disain Tekstil Modern Indonesia

 buku ini berisi disain tekstil hasil lomba tahun 1984 dan tahun 1991. berisi puluhan disain tekstil bertema flora dan fauna.

buku ini cukup tebal (172 halaman) dan cukup keren. dijual bagi anda yang tertarik dengan tekstil2 Nusantara, guru kesenian, dan para seniman. berminat?? cetakan 1991.


Minggu, 29 Desember 2013

robot Korea Red Wing dan robot biru

 Meskipun tak setenar robot-robot made in Japan.. robot toys buatan korea ini juga keren.. anda berminat?? ayo langsung hubungi saya..



Ferari toys with tin box

 mainan unik dan langka. ferari car toys. yang unik boxnya keren banget terbuat dari plat kaleng dengan lukisan mobil balap.. ayo siapa minat barang sangat terbatas...

Suzuki motor lawas dijual

 ada yang minat, buat koleksi dan dipajang di museum pribadi. Suzuki 1969. unik dan langka. dijual apa adanya.. ayo-ayo siapa minat?? hubungi segera 0812 96 13545, 0812 8290932