Bagi anda pencinta filatelis. tokoh-tokoh dunia. dijual perangko khusus pimpunan Libya. Gaddafi. unik. bersejarah dan sangat menarik. dijual hanya 87 ribu saja. kunjungi toko kami. di Retro Arkeolog. TOKO PEDIA.
Dekorasi unik dan menarik tentang legenda Land Rover. tinggal dipajang di ruang anda atau tempat kumpul komunitas Land Rover anda. dijual Rp 400 ribu belum kirim (bisa Nego )
Kota Donggala adalah pelabuhan penting di Nusantara. di jaman kolonial Belanda. Namun demikian sebelum era kolonial Belanda, pelabuhan Donggala juga merupakan pelabuhan utama di selat Makasar yang menghubungkan Pulau Sulawesi dengan kota-kota lain di Nusantara.
Ekonomi tumbuh sangat cepat. komuditas seperti kayu hitam, coklat Damar, dan kopra adalah komoditas laris yang diperdagangkan di kota ini. Pada tahun 1913. Pemerintah Kolonial Belanda membangun gudang-gudang panjang yang bangunannya seperti hanggar pesawat.
Namun Bangunan gudang tersebut tidak dibuat dari semen batu bata dan pasir, pada umumnya tapi dari terbuat besi dan seng, yang diperuntukan sebagai gudang kopra.
Tempat penyimpanan komunitas perkebunan kopra perlu dibuat karena semakin lama semakin banyak kopra yang dibutuhkan untuk ekspor. dan jika kopra dibiarkan diletakkan di luar ruangan, terkena hujan dan panas, kualitasnya menjadi menurun dan gampang busuk. Itulah sebabnya dibangun gudang penyimpanan sbelum di ekspor ke Eropa. Belgia, Jerman dan terutama negeri belanda.
Kapal-kapal besar datang dan pergi mengangkut kopra ke Eropa untuk diolah menjadi minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik, bahan baku makanan dan sisanya sebagai makanan ternak. Eropa khususnya Belanda kaya raya dengan komuditas kopra yang dikirim dari Donggala.
Pada masa kolonial banyak warga Eropa tinggal di Donggala. itulah sebabnya banyak bangunan-bangunan tua berarsitektur Eropa. termasuk banyak makam atau kuburan orang Eropa di sekitar kota. Donggala yang banyak dihuni komunitas Eropa juga pernah diserang, dan diduduki Jepang pada tahun 1942. Banyak warga Eropa menjadi tawanan Jepang pada masa tersebut.
Setelah perang dan kemerdekaan, kota Donggala masih terus bertumbuh, meskipun tidak seramai jaman kolonial. ekspor komoditas juga mulai menurun. Pesaing dari negara lain seperti Malaysia, Vietnam dan beberapa negara yang lain juga mengekspor kopra ke Eropa. Pada tahun 1978. pelabuhan dipindahkan ke Pantoloan di di wilayah Palu, Semua operasional pelabuhan Donggala, baik untuk kepentingan eksport import dan pengangkutan penumpang dipindahkan. aktivias perekonomian Donggala perlahan merosot bahkan nyaris hilang. Pasca bencana tsunami 28 September 2018, warisan kota bersejarah Donggala mulai terabaikan. kini kota makmur itu nyaris terupakan. sunyi sepi dan hanya tinggal cerita masa lalu, yang diceritakan pada anak cucu.
Foto-foto indah seperti lukisan ini adalah pantai yang sangat indah di daerah Donggala Sulawesi Tengah. Jika kita berjalan dari kota Palu ke Kota Donggala. sepanjang jalan kita akan melihat pemandangan yang sangat indah. Pantai berpasir putih halus. birunya laut dan bersihnya langit dan awan-awan putihnya.
Pantai Kaluku, Bonebula adalah pantai-pantai menarik untuk dikunjungi..tempat ini sepertinya belum di explorasi dan dikembangkan seperti pantai-pantai di Bali. Namun untuk potensi dan keindahannya, tak kalah dengan pantai-pantai manapun di seluruh Nusantara.